Post Page Advertisement [Top]

Agribusiness

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) / ASEAN Economic Community





A.    Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau disebut jugaASEAN Economic Community (AEC)) adalah bentuk integrasi masyarakat ASEAN yang beranggotakan negara Indonesia, Singapura, Malaysia, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Thailand, Korea, dan Brunai Darussalam, dimana adanya perdagangan bebas diantara anggota-anggota Negara ASEAN yang telah disepakati bersama untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan sangat kompetetif.

B.     Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN


         Masyarakat Ekonomi ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand melalui deklarasi ASEAN oleh Filipina, Indonesia, Singapura dan Thailand (ASEAN Founding Fathers).
Pada KTT ASEAN ke-9 tahun 2003, ASEAN menyepakati Bali Concord II yang memuat 3 pilar untuk mencapai ASEAN vision 2020 yaitu ekonomi, sosial budaya dan politik keamanan. Terkait dengan ekonomi diwujudkan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Tanggal 20 November 2007 disepakati piagam ASEAN dan menjadikan ASEAN organisasi berbadan hukum dengan fokus perhatian pada proses integrasi ekonomi menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pada Agustus 2006 saat pertemuan ke-38 Menteri Ekonomi ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia sepakat untuk menyusun “suatu cetak biru” yang terpadu untuk mempercepat pembentukan MEA.
Pada 13 Januari 2007 saat KTT ASEAN Ke-12, para pemimpin ASEAN mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 sejalan dengan Visi ASEAN 2020 dan Bali Concord II, dan menandatangani Cebu Declaration on Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015.
Sebagai landasan legal dan konstitusional bagi negara anggota ASEAN maka disusunlah ASEAN Charter (Piagam ASEAN). Selanjutnya, Indonesia telah meratifikasi piagam tersebut dengan menerbitkan UU no. 38 tahun 2008 sebagai payung berbagai perjanjian kerjasama di tingkat ASEAN.


C.     Tujuan Berdirinya Masyarakat Ekonomi ASEAN
Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN.Secara khusus, para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tahun 2015 dan mentranformasikan kawasan ASEAN menjadi suatu kawasan dimana terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil, serta aliran modal yang lebih bebas.Kehadiran MEA adalah peluang besar bagi berbagai industri untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, memperkuat keunggulan dan keistimewaan dari perusahaan agar tetap menang dalam bersaing.

D.    Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN terhadap Perekonomian Indonesia
Dampak terciptanya MEA adalah terciptanya pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja. Konsekuensi atas kesepakatan MEA yakni dampak aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal.Tidak hanya dampak, ada beberapa hambatan Indonesia untuk menghadapi MEA.
*      Mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah
*      Kurangnya ketersediaan dan kualitas infrastuktur
*      Ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi.
*      Keterbatasan pasokan energi.
*      Lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor
Untuk di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997.Dengan adanya MEA diharapkan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Adanya kemudahan arus barang, arus modal, dan arus tenaga kerja sesama negara ASEAN akan terbuka peluang pelaku usaha negara ASEAN lainnya yang dapat beroperasi di Indonesia, demikian sebaliknya.

E.     Strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
Menjelang MEA yang akan segera tiba, pemerintah Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur, dan sektor industri. Dalam menghadapi MEA, Pemerintah Indonesia menyiapkan respon kebijakan yang berkaitan dengan Pengembangan Industri Nasional, Pengembangan Infrastruktur, Pengembangan Logistik, Pengembangan Investasi, dan Pengembangan Perdagangan.
Salah satu strateginya adalah mencanangkan Nawa Cita Kementerian Perdagangan, dengan menetapkan target ekspor sebesar tiga kali lipat selama lima tahun ke depan. Cara tersebut bisa dilakukan dengan membangun 5.000 pasar, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Selain sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja, meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat.
Selain itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kita akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan.

F.      Masyarakat Ekonomi ASEAN di bidang pertanian
Dalam beberapa hal pertanian Indonesia dinilai belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Sektor pertanian masih belum dioptimalkan dengan baik. Pertanian di Indonesia belum siap karena permasalahan lahan, permasalahan infrastruktur, permasalahan, permasalahan regulasi dan kelembagaan dan permasalahan sumber daya manusia serta permodalan.
Salah satu jantung perekonomian Indonesia adalah pertanian. Peningkatan pembangunan pertanian perlu terus dilakukan.Indonesia dengan populasi luas kawasan dan ekonomi terbesar di ASEAN, dapat menggerakkan pemerintah untuk lebih tanggap terhadap kepentingan nasional, khususnya pertanian.
Upaya upaya penting pemerintah tersebut tidak hanya memerlukan dukungan berbagai pihak khsusnya petani dan masyarakat, namun secara institusi seluruh stakeholder yang bergerak di bidang pertanian harus mengoptimalkan peranya masing masing dalam upaya mengambil keuntungan sebesar besarnya dari MEA.

Sumber :
  • www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia.html
  • nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015.html
  • www.umy.ac.id/sektor-pertanian-indonesia-belum-siap-hadapi-mea-2015.html

2 komentar:

Bottom Ad [Post Page]